assalamua'laikum warahmatulah wabarakatuh

ahlan wa sahlan....

Monday, April 11, 2011

metode berpikir sebagai seorang engineer....

 
1 - Mindset
Global: Engineer  selalu berpikir di level global. Kompetisi yg sebenarnya bukan berada di kantor kita yg sekarang, tapi ada di saat ketika orang-orang dari luar negri datang dan mengambil alih pekerjaan kita di negara sendiri. Pola pikir ini penting sehingga kita tidak menganggap rekan kerja kita sebagai kompetitor dan tidak ragu2 untuk sharing ilmu maupun informasi.
Sebagai Comment : Mari kita bertanya dalam hati masing-masing apakah hal ini pernah kita lakukan atau pernah kita alami? Mungkin pernah ada teman kita yang mau belajar tentang bidang lain mis : orang testcom mau belajar tentang Survei atau sebaliknya, tetapi karena yang bersangkutan justru merasa aahh….kalau kamu bisa testcom dan bisa survey lantas nanti apa lagi pekerjaanku….???? Ha..ha..ha..terkadang saya jadi merasa geli bila ingat kejadian seperti ini, menurut saya pribadi ada dua kemungkinan yang membuat dia berpikiran seperti itu, salah satunya dia mungkin merasa takut disaingi, trus yang kedua, mungkin karena situasi ditempat kerjanya.

Positive: Pola pikir positif membuat engineer plus dapat selalu mengambil manfaat dari setiap kejadian, apakah itu hal yg baik maupun yg buruk. Berpikir positif membuat kita tidak menjadi minder ataupun curiga yg tidak beralasan, selain itu juga membuat tidak sering mengeluh dan membuang waktu untuk mendiskusikan hal-hal yg tidak perlu.

Observer & Analytical: Kemampuan berpikir yg dapat mengamati dan menganalisa adalah sangat penting untuk dimiliki. Engineer plus bisa memperhatikan banyak hal, baik yg terjadi berkaitan dgn dirinya maupun orang lain. Hasil pengamatan tsb kemudian dianalisa untuk dijadikan masukan dalam mengambil keputusan.

Multiple Vantage Points: Seringkali kita berhadapan dgn situasi dimana kita harus mengubah sudut pandang kita. Ini harus bisa dilakukan sehingga pada suatu konflik kita bisa mengerti hal-hal apa saja yg mempengaruhi argumen maupun alasan dari lawan bicara, misalnya. Kita juga perlu untuk mampu mengubah sudut pandang kita dari sisi detil menjadi dari sisi yg global atau biasa disebut helicopter view. Ini membuat kita bisa berpikir di luar konteks suatu masalah untuk mencari solusi baru atau think outside the box. Atau dalam bahasa batak : berpikir diluar kotak
Reviewer:
Selain menjadi pengamat, menganalisa dan melihat suatu hal dari berbagai sudut pandang, adalah penting untuk selalu melakukan review dari segala hal yg kita amati maupun dari keputusan-keputusan yg kita ambil. Ini membuat kita mampu mengambil keputusan yg lebih baik di masa depan, dan juga membuat kita bisa mengerti lebih jelas tentang suatu permasalahan yg ada.

Skeptical:
Pola berpikir skeptis sering diperlukan karena banyak hal di bidang engineering yg harus dibuktikan sendiri. Selalu bertanya: mengapa (why)? Bagaimana jika (how if)? Apakah ada cara lain (Is there any other way) ? Dan berbagai pertanyaan-pertanyaan curiosity lainnya.

Priority Based:
Di tengah kesibukan yg mengharuskan untuk melakukan berbagai hal dalam waktu bersamaan, pola pikir yg mampu memberikan prioritas kepada hal yg lebih penting untuk dikerjakan terlebih dahulu menjadi sangat vital. Mengapa tidak aku tulis kemampuan berpikir 'multi-tasking' saja? Karena kita sebenarnya tidak pernah bisa benar-benar berpikir ttg hal yg berbeda dalam saat yg sama, sehingga selalu harus memilih hal apa yg harus dipikirkan terlebih dahulu.

Strategic Dreamer:
Dunia ini berubah karena orang-orang yg berani bermimpi dan melakukan hal yg diperlukan untuk mewujudkan mimpinya. Setiap orang harus punya mimpi, harus punya sesuatu yg ingin diwujudkan, dan kemudian melakukan perencanaan untuk bisa benar-benar mencapainya. Pola pikir pemimpi sangat diperlukan untuk menghasilkan inovasi-inovasi baru.

In the Moment:
Mempunyai perencanaan untuk masa datang itu penting. Tapi juga harus diingat bahwa menjalani masa yg sekarang itu juga penting. Jangan pernah berpikir bahwa project yg akan datang akan lebih baik dari yg sekarang, sehingga project yg sekarang hanya dikerjakan secukupnya. Apa yg kita miliki di tangan adalah hal terbaik yg kita punya, jadi selalulah punya perencanaan tapi jalani hidup di masa sekarang. (Aaah...saya jadi merasa malu dengan point yang satu ini).

Blink-based Decision Maker:
Engineer  harus mampu untuk mengambil keputusan secara cepat dan mungkin dalam kondisi yg mendesak (misalnya ketika harus melakukan troubleshooting). Dalam buku "Blink" disebutkan pikiran kita sebenarnya mampu untuk menganalisa hanya beberapa informasi yg penting dari suatu permasalahan yang kemudian menjadi input dalam mengambil keputusan secara cepat.




2 - Attitude is Everything
Work Smart: Orang mulai mengganti istilah work hard menjadi work smart untuk mereferensikan kemampuan kita dalam mendelegasikan pekerjaan (sehingga tidak perlu dikerjakan sendirian dan menghabiskan banyak waktu dan energi) juga menggunakan resource yg sudah ada, sehingga tidak perlu reinvent the wheel atau melakukan semuanya dari awal. Work hard itu tetap penting, tapi jika melakukannya dgn cara yg lebih tepat hasil yg didapat akan jauh lebih maksimal.

Continuous Learner: Bidang rekayasa maupun bidang lain pada umumnya menuntut setiap engineer untuk terus-menerus belajar dan memperbaiki diri. Hal ini membuat setiap orang yg ingin menjadi engineer harus mau keluar dari comfort zone, yaitu suatu kondisi dimana sudah terasa nyaman dan merasa tidak perlu mempelajari hal baru. Berhenti belajar berarti membiarkan orang-orang lain untuk mengambil alih apapun yg kita punyai di tangan.

Self-motivated and Motivating: Kemampuan memotivasi diri sendiri sangat penting terutama karena bekerja di bidang rekayasa menuntut kita untuk terus belajar dan berkembang. Setiap orang pasti pernah merasa jenuh dan frustasi, sehingga sangat penting untuk mampu keluar dari kondisi itu dgn cepat. Selain itu akan jauh lebih baik jika kita mampu memotivasi orang lain. Ini berarti kita memiliki pola pikir dan sikap yg positif yg kita sebarkan ke orang-orang di sekitar.Adaptable, Elastic, Flexible: Bekerja di bidang yg terus berubah dan berkembang membuat kita juga harus mampu beradaptasi dgn cepat. Kemampuan seorang engineer untuk tidak kaku dan mampu mengatasi perubahan yg tiba-tiba juga sangat penting misal ketika melakukan implementasi di project dan berhadapan dgn customer.

Team Player: Tidak semua orang mampu menjadi pemimpin team, oleh karena itu leadership tidak aku masukan di daftar. Namun kemampuan bekerja dalam sebuah team itu adalah suatu keharusan. Ini tidak hanya membuat kita harus berkomunikasi dgn team member lainnya, tapi juga harus bisa percaya dan membagi-bagi tugas, menerima secara positif dan mengerjakan bagian kita, serta saling mendukung rekan yg lain.

Independent: Meskipun kita harus mampu bekerja di dalam team, sangat penting juga bagi engineer plus untuk bisa bekerja secara mandiri dgn pengawasan yg minim. Ini berarti kita dituntut untuk bisa mengambil keputusan dalam berbagai
kondisi tanpa meminta pengarahan.

Responsibility and Integrity: Engineer  harus berani untuk step up, maju ke depan dan mengambil tanggung jawab. Selain itu sebagai seorang engineer harus memiliki integritas dalam memberikan solusi secara jujur. Dan sebenarnya salah satu kualitas engineer itu diukur dgn reputasinya dalam hal berani mempertanggung jawabkan semua keputusan yg diambil dan juga integritas yg dimiliki.

Focus and Consistent: Keinginan untuk mencapai tujuan (achiever) itu penting, tapi yg jauh lebih penting adalah proses untuk mencapai tujuan tsb yg harus dilakukan dgn memfokuskan diri dan konsisten. Jika kita mampu fokus dan terus-menerus secara konsisten melakukan hal-hal untuk mencapai tujuan, maka berdasarkan pengalaman tujuan itu pada akhirnya akan didapat.

Able to Handle Situation Under Pressure: Ini suatu sikap yg sangat penting karena sebagai engineer sering berada pada posisi yg penuh tekanan dan waktu yg sedikit untuk menyelesaikan suatu permasalahan. Yg paling penting untuk diingat adalah dalam situasi sesulit apapun kita harus bisa tenang dan berpikir tentang keputusan apa yg harusdiambil. Terdengar sulit pada awalnya namun bisa dilatih dgn pola pikir yg tepat dan pengalaman di lapangan.
Never Give Up: Orang sering bilang winners never quit, quitters never win. Ini adalah pernyataan yg sangat tepat. Selalulah merasa skeptis dan tidak mau menyerah sampai kita benar-benar mencapai tujuan. Berhenti di tengah-tengah suatu proses tidak akan memberikan hasil apa-apa, namun jika kita mampu memotivasi diri untuk terus maju maka biasanya hasil baiklah yg didapat.

3 - Possess T Skill Set
Engineer  tidak hanya harus memiliki skill set yg dalam di bidang tertentu, tapi juga mengerti skill dari hal yg lain hingga level tertentu.
4 - Broad Experience
Pengalaman buat seorang engineer adalah hal yg sangat penting. Seringkali pengalaman dapat mengubah pola pikir seseorang dan juga membentuk attitude. Sebaiknya setiap engineer itu merasakan pengalaman yg berbeda-beda. Ketika kita bekerja di suatu perusahaan dan merasa nyaman dgn pekerjaan yg kita lakukan, biasa disebut comfort zone, maka kemungkinan besar itu adalah saat yg tepat untuk pindah dan mencoba hal yg baru. (ooppss.....jangan berfikiran negative ya...., maksudnya disini bukan pindah perusahaan).

5 - Certification is Not Everything but Necessary
Pengalaman itu sangat penting, namun sertifikasi bisa membantu dalam hal mempelajari sesuatu maupun ketika kita harus memasarkan diri kita ke luar negri. Siapa yg tahu sekolah tempat kita berasal? Atau mungkin perusahaan kita yg sekarang sama sekali tidak dikenal orang. Pada saat itu peran sertifikasi menjadi penting. Banyak orang yg bilang ini tidak bermanfaat tapi pengalamanku pribadi membuktikan hal yg berbeda

No comments: